Enrekang Galakkan Komsunsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal

Kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal seperti yang tertuang dalam Perpres Nomor 22 tahun 2009, yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Kementerian Pertanian nomor 43 /OT.140/10/2009, terus disosialisasikan oleh Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Enrekang.Program yang mengharapkan masyarakat tidak menjadikan nasi sebagai makanan pokok, namun diganti dengan aneka pangan lainnya, seperti singkong, pisang, ubi dan lainya, juga mendapat dukungan pemerintah provinsi, dengan adanya Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 42 tahun 2010.Kepala Kantor Ketahanan Pangan K2P Kabupaten Enrekang Ahmad Fajar Muhiddin di kantornyaa, Selasa , mengatakan sosialisasi gerakan ini dilakukan dengan melakukan tatap muka serta kunjungan langsung dengan warga tani dan masyarakat secara keseluruhan, selain itu juga dilakukan di media-media massa.“Untuk lebih mendukung program tersebut, peran para penyuluh yang bergerak di bidang pertanian, peternakan dan kehutanan serta perikanan juga diharapkan dapat mempercepat pemahaman masyarakat, khususnya tentang percepatan makan pangan selain nasi,” ungkap Ahmad Fajar.
Menurutnya, Gerakan Percepatan Penganekaragaman Komsumsi Pangan Berbasis sumber daya lokal yang terus disosialisasikan, juga dilakukan karena masih tingginya tingkat konsumsi beras nasional yaitu sebesar 139 kg/kap/th.Hal lainnya karena kondisi ini diperparah lagi dengan mulai bergesernya pola makan non beras (seperti jagung dan sagu) di beberapa wilayah beralih ke konsumsi beras. Selain itu, juga karena masih banyaknya lahan pekarangan penduduk yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk tanaman pangan seperti umbi-umbian lokal dan hortikultura.”Optimalisasi pemanfaatan pekarangan dilakukan dengan melaksanakan usaha tani secara terpadu, berkelanjutan dan diarahkan menuju tahap kemandirian,” kata Ahmad Fajar.Pengelolaan pekarangan akan berperan sebagai penyedia sumber pangan keluarga yang mempunyai sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.Pendekatannya dilakukan dengan mengembangkan pertanian berkelanjutan, yaitu dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya lokal disertai dengan penggunaan pengetahuan lokal agar tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s