Enrekang Kembangkan Pangan Non Beras

Kantor Ketahanan Pangan Enrekang, menampilkan hasil kreasi jajanan dan minuman asal pangan non beras, di ruang kerja Bupati Enrekang La Tinro.Dengan varian rasa beragam dan proses pembuatan sederhana, menjadikan olahan non beras kue menarik selera jadi idola.”Makanan jajanan ini terbuat dari bahan lokal non beras, ketika diolah menjadi pangan lokal rasanya lebih gurih dan mengurangi konsumsi beras,” kata Kepala Kketahanan Pangan, Ir Ahmad Fajar Muhiddin MSi Aneka jajanan non beras dan minuman Sari Koropedang (ala kopi) menemani perjamuan Asisten II Ekbang dan Pembangunan, Kepala Kantor Penyuluhan, Kepala Kantor Ketahanan Pangan, Kadisnakin dan Kadis Kehutanan. Hidangan beragam kue lokal di meja tamu Bupati La Tinro, sekaligus menepis kekhawatiran tentang keunggulan daerah ini dalam kekayaan pangan lokal. Saat ini, tanaman umbi-umbian sebagai bahan alternatif memasuki kemarau panjang, masih tumbuh secara alami serta tak kalah bergizi. Sehingga, pelibatan masyarakat dalam mengelolanya lebih meluas, masih perlu diterapkan termasuk transfer teknik pembuatan. ”Tekstur dan rasanya sudah enak dikonsumsi, ini menjamin kelangsungan dan ketahanan pangan non beras tidak mengkhawatirkan,” kata Bupati La Tinro sambil mencicipi kue yang dihidangkan.

Enrekang Kembangkan Gadung Sebagai Pengganti Beras

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Enrekang, Ahmad Fajar optimis budidaya gadung atau yang dikenal warga Enrekang dengan sebutan ‘sikapa’ akan menjadi salah satu makanan alternatif, selain beras pada masa yang akan datang dengan melihat potensi pengembangan yang menjanjikan.“Gadung adalah jenis tanaman yang sangat mudah dikembangkan, bahkan tanaman tersebut tumbuh liar hampir di semua hutan Enrekang, terutama pada saat kemarau,” kata Ahmad Fajar saat menunjukan sejumlah penganan olahan sikapa kepada Bupati dan Wakil Bupati Enrekang,Meskipun makanan dari gadung atau sikapa, sudah dikonsumsi masyarakat sejak dulu, tetapi makanan tersebut masih berfungsi makanan sambilan, sehingga dengan pengolahan yang tepat guna, nantinya, gadung akan menjadi salah satu pangan dengan kandungan gizi tinggi, melebihi beras.Dengan potensi ini, kantor ketahanan pangan Enrekang akan menjadikan budidaya sikapa sebagai salah satu pendukung Program Percepatan Penganekaragaman Komsumsi Pangan (P2KP), dengan mengolah dan memasarkan hasil olahan gadung (sikapa) baik dalam bentuk tepung, maupun aneka panganan.“Program ini sudah berjalan, bahkan untuk percepatan budidaya gadung, jajaran Ketahanan Pangan Enrekang sudah memulai dalam bentuk unit usaha sikapa,” ungkap Ahmad Fajar. Baca lebih lanjut

Tempe Kacang Koro Pedang

Tempe dikenal oleh masyarakat luas sebagai bahan makanan yang murah, mudah didapat, dan bergizi tinggi. Tempe dari biji kedelai adalah yang paling umum. Sebenarnya selain dari biji kedelai, tempe dapat dibuat dari biji yang berbentuk polong, termasuk Kacang koro Pedang.digunakan kacang koro tentu akan membantu masyarakat meningkatkan asupan gizi dan perekonomian mereka. Karena, apabila produk tempe trembesi tersebut sudah memasyarakat, akan muncul produsen tempe kacang koro pedang.berikut tata cara pengelolahan kacang koro pedang menjadi tempe.

TEMPE KACANG KORO PEDANG
A. Bahan :
1 kg Kacang Koro Pedang
1 sendok teh ragi tempe

B. Alat :
Kompor, Panci, Dandang, Baskom, Pisau, Telenan, Tampah, Daun Pisang/Plastik
C. Cara Membuat :
1. Kacang koro pedang direbus selama kurang lebih 30 menit air mendidih, kemuadin angkat dan tiriskan.

proses koro pedang Baca lebih lanjut

Enrekang Galakkan Komsunsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal

Kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal seperti yang tertuang dalam Perpres Nomor 22 tahun 2009, yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Kementerian Pertanian nomor 43 /OT.140/10/2009, terus disosialisasikan oleh Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Enrekang.Program yang mengharapkan masyarakat tidak menjadikan nasi sebagai makanan pokok, namun diganti dengan aneka pangan lainnya, seperti singkong, pisang, ubi dan lainya, juga mendapat dukungan pemerintah provinsi, dengan adanya Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 42 tahun 2010.Kepala Kantor Ketahanan Pangan K2P Kabupaten Enrekang Ahmad Fajar Muhiddin di kantornyaa, Selasa , mengatakan sosialisasi gerakan ini dilakukan dengan melakukan tatap muka serta kunjungan langsung dengan warga tani dan masyarakat secara keseluruhan, selain itu juga dilakukan di media-media massa.“Untuk lebih mendukung program tersebut, peran para penyuluh yang bergerak di bidang pertanian, peternakan dan kehutanan serta perikanan juga diharapkan dapat mempercepat pemahaman masyarakat, khususnya tentang percepatan makan pangan selain nasi,” ungkap Ahmad Fajar. Baca lebih lanjut

Pembudidayaan Kacang Koro Pedang

Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis) memiliki prospek agribisnis yang sangat menguntungkan dikarena tanaman ini memiliki kelebihan antara lain : 1. Mudah dibudidayakan secara tumpang sari (ubi kayu, jangung dll), 2. Tidak dimakan babi, 3. Adaptif pada lahan kering masam, 4. Dapat tumbuh dibawah tajuk maupun lahan terbuka, 5. Dapat tumbuh bagus pada lahan kering, 6. Penghasil pupuk hijau sebanyak 40 – 50 t/Ha umur 3 – 6 bulan, 7. Pangan subsitusi kedelai (tempe, tahu, abon dll), 8. Pasar sangat luas. Dan 9. University Hospital di Taipei Medical Colage melaporkan bahwa ekstrak biji Kacang Koro Pedang dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan mencegah penyakit kanker karena Con Canavalin A yang merupakan protein bertindak sebagai anti bodi yang dapat mengaktifkan sel anti kanker atau sel T, dan juga mampu mengumpal virus dan spermatozoa, serta dapat mengisolasi subtansi immunoglobulin dan glikoprotein darah. Baca lebih lanjut

Markus Nari Sumbang Bibit Hortikultura

Anggota Komisi IV DPRD Ri asal SULSEL,Markus Nari memberikan sumbangan bibit Hortikoltura untuk petani Enrekang,besar subangan bibit tersebut sebanyak 190 Ton siap tanam.Bantuan ini diserahkan oleh anggota DPR RI ini saat melakukan masa reses di Enrekang.Sumbangan tersebut,menurut legislator ini di berikan untuk mendudkung Pengebangan Agro dan Hortikoltura yang sangat baik di Bumi Massenrempulu.dari total sumbangan sebesar 190 ton terdiri dari 50 ton bibit jagung, 90 Ton bibit padi dan 50 ton bibit kedelai.Markus Nari berharap agar sumbangan yang di berikan tersebut dapat langsung di berikan kepada petani di Enrekang.”Saay mau nanti potensial yang luar biasa di Enrekang ini bisa di kelolah lebih maksimal lagi.Makanya kita selalu mendukung program-program pemerintah daerah yang erat kaitanya dengan pertanian.utamanyadi Enrekang,”Kata Markus.Bupati Enrekang,La Tinro yang hadir langsung di acara itu menyabut baik bantuan dari mantan anggota DPRD Sul-sel ini. menurutnya meski enrekang punya lahan garap pertanian yang cukup,namun luasnya sejauh ini mpengelolahannya mencapai hasil maksimal. Baca lebih lanjut

Kantor Ketahanan Pangan Enrekang

     Pangan merupakan kebutuhan esensial bagi kelangsungan hidup manusia untuk dapat hidup sehat dan produktif, sehingga pemenuhannya tidak dapat ditunda-tunda. Oleh sebab itu pembangunan pertanian dalam upaya menjaga ketersediaan pangan selalu menjadi prioritas bagi suatu bangsa dan salah satu tujuan pembangunan pertanian adalah menjaga agar ketahanan pangan tetap terkendali.

     Pangan dalam konteks ini bukan hanya beras, ikan, daging, sayuran dan buah-buahan tetapi termasuk juga pangan olahan dan air. Oleh karena pangan merupakan kebutuhan utama manusia maka pangan harus dikelola, diatur, dan dijaga keberadaannya sehingga ketersediaannya dapat berkesinambungan. Hal ini tersirat dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang pangan, dimana pangan merupakan kebutuhan dasar  manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia dalam mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan produktif.

     Disamping pangan sebagai kebutuhan dasar manusia, kebutuhan pangan akan meningkat terus menerus seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, sementara disisi lain laju peningkatan produksi pangan berjalan lambat (rendah), dan dalam era globalisasi menyebabkan impor berbagai jenis pangan tidak dapat dihindarkan. Melihat kenyataan ini akan menempatkan Indonesia menjadi suatu negara dengan tingkat ketahanan pangan (food insecurity) yang membahayakan. Disamping itu impor pangan yang tidak terkendali menyebabkan petani tidak bisa memasarkan hasil usahanya sehingga akan kehilangan sumber pendapatannya.

    Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi individu dan rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya aman merata dan terjangkau, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No.7 Tahun 1996. Ketahanan harus dapat diwujudkan secara mandiri, agar menjadi sumber mata pencaharian dan bahan pangan dapat tersedia secara lokal.

     Dalam hal tersebut maka di perlukan suatu lembaga yang menagani ketahanan pangan dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Enrekang Menugaskan Kantor Ketahan Pangan untuk menagani masalh tersebut.Tugas pokok Kantor Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Enrekang adalah membantu Bapak Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam lingkup dan tugas dibidang Ketahanan Pangan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008.Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Kantor Ketahanan Pangan daerah menyelenggarakan fungsi berikut:

1. Mengidentifikasi kebutuhan produksi dan konsumsi pangan
2. Mengkaji, memantau dan mengendalikan ketersediaan dan kecukupan pangan.
3. Mengkaji, memantau dan mengevaluasi serta mengkoordinasi pelaksanaan pengelolaan cadangan pangan.
4. Memantau dan mengevaluasi pengelolaan, penyaluran pangan tertentu yang bersifat pokok.
5. Mengkaji dan merumuskan kebijakan dan memantau harga pangan tertentu bersifat pokok serta mengembangkan sistem informasi manajemen ketahanan pangan
6. Melaksanakan penyuluhan, promosi dan gerakan peningkatan mutu konsumsi pangan, penganekaragaman pangan melalui pemanfaatan sumberdaya pangan lokal.
7. Memasyarakatkan tekhnologi pengolahan pangan lokal.
8. Menoptimalkan dukungan terhadap ketersediaan saranan prasaran keamanan pangan mulai dari proses budidaya, pengolahan pangan, distribusi, hingga siap saji.
9. mengembangkan, memantau dan mengevaluasi sistem kewaspadaan pangan
10. Merumuskan, mengawasi, membina dan memantau penerapan norma standar mutu serta keamanan pangan
11. Membangun koordinasi fungsional yang efektif untuk melaksanakan 8 fungsi diatas